Duniaku hanya aku

Menunjukan duniaku pada orang-orang tak pernah terbersit sekalipun dalam pikiran , sebab bagaimanapun aku menjabarkannya mereka tak akan pernah mafhum.

Mereka hanya bisa mendikte apa yang harus aku lakukan sebagai manusia . pun itu yang menurut mereka benar dan wajar .

Tanpa melihat aku sebagai manusia yang memiliki cara sendiri untuk berperangai , prinsip sendiri untuk di genggam , arah sendiri untuk melangkah , pemikiran sendiri untuk diutarakan , dan hidup sendiri untuk dijalani.

Aneh , yah mungkin itu satu kata yang mendeskripsikan bagaimana aku di dalam pikiran orang-orang ”Normal”.

Introvert , dan mungkin itu salah satu keanehan yang harus ” dinormalkan ” menurut orang-orang. Pun tak selamanya aku menutup diri untuk bersosialisi , ada kalanya “si aneh ” ini pun bisa mengekspresikan apa yang dirasakan saat berada dikeramaian . Namun ”si aneh” ini pun memiliki “stok energi sosial” dan batasan tenaga untuk bersosialisasi. dan ketika tenaga nya telah habis maka kesendirian adalah obatnya (psikologihore)

Ketika menarik diri dari kerumunan dan rindu kesendirian menjadi suatu hal yang menyenangkan , justru orang menganggap itu sebuah penolakan.

Ketika jalan pikiran tak sepaham dengan apa yang mereka pikirkan , mereka justru menganggap itu sebuah intoleran.

Ketika arus pergaulan ala kekinian tak menenggelamkanku untuk turut ambil bagian , mereka jusru menganggap itu  sebuah penyimpangan.

Tapi entah hingga sejauhmana aku menjabarkannya , biarlah mereka membangun persepsi mereka masing-masing .

Dan konklusinya sekarang adalah :

Duniaku hanya aku

Hatiku hanya aku

Candaku hanya aku

Sedihku hanya aku

Tangisku hanya aku

Hidupku pun hanya aku

Tak ada siapapun , Tak ada yang lain , Tak ada yang mengerti

Hanya aku….

 

 

~Rima~

 

 

 

Kau

kau yang menyembunyikan pribadi sanguinis dalam pribadi plegmatis

kau yang menyembunyikan keistimewaan dalam pribadi yang sederhana

Kau yang tak akan bersua , saat aku tak menyapa

Kau yang berdiri diatas puncak dengan kebanggaan yang tiada tara

Kau yang berambisi untuk mengenalkan indahnya tempat kau lahir & besar pada dunia

Kau yang terlihat sendu & tak berucap saat kita duduk berdampingan dalam suatu perjalanan

Kau yang terlihat humoris , namun penuh ketegasan

Kau yang membuat kesendirian ku menjadi tergoyahkan

Kau yang mengajariku melihat dunia dari sudut pandang kesederhanaan

Kau yang merubah ketakutan terbesarku menjadi candu

Kau pemilik ekspresi dengan berjuta misteri , hingga sulit untuk dipahami

Kau yang tak pernah bisa menerjemahkan kediamanku

Kau yang hendak mengikatku , namun dengan perjuangan yang hanya seujung kuku

Bukannya menolak , hanya butuh keteguhan hati seorang laki-laki

Yang berani berjanji dan tak pernah melangkah mundur kembali apapun yang terjadi

Bukannya menghindar , sebab tak kulihat kau berucap dengan keteguhan hati

Yang berani memiliki itikat baik , namun tanpa keberanian diri

 

~Rima